REGULA SANTA ANGELA de MERICI

 

PRAKATA REGULA SANTA ANGELA

  1. Dalam nama Tritunggal Yang Maha Kudus.
  2. Prakata tentang hidup para perawan yang baru-baru ini dirintis dengan nama Kompani Santa Ursula.
  3. Prakata ini dipersembahkan kepada puteri-puteri dan saudari-saudari Kompani Santa Ursula.
  4. Puteri-puteri dan saudari-saudariku tercinta, Allah telah memberikan rahmat kepada anda untuk menarik diri dari kegelapan dunia yang menyedihkan ini dan telah mengumpulkan anda untuk pelayanan Tuhan Yang Maha Agung,
  5. selayaknyalah anda berterima kasih sedalam-dalamnya karena ia telah memberkati anda masing-masing dengan rahmat yang begitu khusus.
  6. Betapa banyak orang penting dan orang-orang berpangkat lain tidak memiliki dan tidak mampu mendapatkan rahmat seperti itu.
  7. Karena itu, saudari-saudariku, saya mendesak, memohon dengan sangat bahwa: karena anda telah dipilih menjadi mempelai yang setia dan suci dari Putera Allah,
  8. pertama-tama hendaknya anda mau menyadari arti dan konsekuensinya dan menyadari betapa barunya dan mengagumkan keluhuran panggilan ini.
  9. Anda harus berbuat apa saja dengan seluruh kekuatan anda untuk tetap setia pada panggilan Tuhan,
  10. untuk mencari dan mendambakan semua cara dan jalan yang dibutuhkan untuk bertahan dan maju sampai akhir.
  11. Tidaklah cukup untuk memulai, bila tanpa ketahanan. Inilah sebabnya Kebenaran berkata: "Qui perseverit usque in finem, hic salvus erit": dia yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan.
  12. Dikatakan juga: "Beati qui audiunt verbum Dei et custodiunt illud", yang berarti , berbahagialah mereka yang diilhami Allah dengan terang kebenaran dan yang dianugerahi kerinduan akan rumah abadi surgawi; dan oleh karena itu, mereka akan berusaha untuk memelihara suara kebenaran ini dalam diri mereka dan keinginan yang suci ini.
  13. Pastilah hanya orang yang bersedia menyambut semua jalan dan cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini, yang akan mampu bertahan dengan setia.
  14. karena tidaklah berbeda atau hampir tidak ada bedanya yang menyatakan: "Saya tidak melayani Allah lagi" atau yang tidak menggunakan jalan dan peraturan yang diperlukan untuk tetap setia dalam pelayananNya.
  15. Dan terlebih lagi, saudari-saudariku, kita harus waspada karena tugas kita teramat penting, dan tak ada yang lebih penting daripada itu,
  16. karena hidup dan keselamatan kita dipertaruhkan.
  17. dan kita dipanggil untuk suatu kehidupan yang mulia menjadi mempelai Putera Allah dan ratu di surga.
  18. Akan tetapi di sini kita perlu berhati-hati dan bijaksana karena semakin besar nilai usaha kita, semakin besar beban dan bahaya yang terkandung di dalamnya,
  19. karena tidak satupun bentuk kejahatan yang tidak akan mencoba menghalangi kita, mengingat bahwa (di dunia ini) kita berada di tengah-tengah perangkap dan bahaya,
  20. hingga air, udara dan bumi, beserta seluruh neraka, akan bersiap melawan kita, karena daging dan nafsu kita belum mati.
  21. Seperti juga musuh kita, setan, tidak pernah tidak pernah tidur atau beristirahat, tetapi (seperti kata Santo Petrus): dia seperti singa yang mengaum mengawasi kita dengan seksama untuk melihat dengan cara apa dia bisa menerkam siapa saja di antara kita dan dengan begitu banyak cara serta kelicikan yang tak terhitung oleh kita.
  22. Tetapi, meskipun demikian saudari-saudariku, janganlah anda takut,
  23. sebab bila anda nanti berusaha dengan sekuat tenaga untuk hidup sebagai mempelai Allah yang sejati
  24. dan menjalankan Regula ini sebagai pedoman dalam perjalanan anda, yang telah disusun untuk kebaikan anda,
  25. maka saya yakin dan berharap dengan teguh akan kebaikan Ilahi, bahwa kita tidak hanya akan dengan mudah mengatasi semua bahaya dan kesukaran; tetapi juga kita akan mengalahkan mereka, demi kemuliaan dan kegembiraan kita.
  26. Kita bahkan akan melalui hidup yang singkat ini dalam penghiburan.
  27. semua pedih dan sedih akan berubah menjadi sukacita dan kegembiraan. Kita akan mendapatkan bahwa jalan-jalan yang berduri dan berbatu akan ebrtabur bunga bagi kita, dan berlantai emas mulia.
  28. Karena para malaikat kehidupan yang abadi akan menyertai kita, sejauh kita mengambil bagian dalam hidup suci mereka.
  29. Karena itu, marilah kita semua menyambut Regula suci ini yang telah diberikan kepada kita oleh Allah dalam rahmatNya.
  30. Diperlengkapi dengan ketaatan akan perintah-perintah suci ini marilah kita hidup dengan berani. Seperti Yudith yang dengan berani memenggal kepala Holofernes, yaitu setan, dan dengan bahagia memasuki rumah abadi di surga.
  31. Di sanalah semua orang di surga maupun di bumi akan menyongsong kita, dengan kegembiraan dan kemuliaan.
  32. Dan sekarang, marilah kita semua mendengar dengan cermat, dengan hati lapang dan terbuka.

Kembali ke Profile Sekolah? Klik bagian ini !