PENDIDIKAN

MENURUT SANTA ANGELA

 
 

 

Siapakah yang kita didik?

"Mereka semuanya adalah anak Allah" (Nas. 8: 2)

Dasar seorang pendidik: Iman dan penyerahan diri.

"Yakinlah, percayalah sebulat-bulatnya, bahwa Allah akan membantu anda dalam segala hal. Berdoalah kepadaNya, dengan rendah hati, percayakan dirimu kepada kekuasaanNya Yang Maha Besar. Jangan ragu-ragu Dialah yang telah memilih anda untuk tugas yang berat ini, Dia jugalah yang memberi kekuatan untuk menyelesaikannya; asalkan dari pihak anda, anda tidak mengecewakan Dia".

Pendidik merupakan suatu panggilan khusus.

"Adakah tugas yang lebih mulia daripada menjadi seorang pembimbing dari Anak Allah Yang Maha Tinggi? Hargailah mereka, semakin anda menghargai mereka, semakin anda mencintai mereka, semakin besar mencintai mereka, semakin besar kesanggupan anda untuk melayani mereka, karena demikianlah kerja cinta yang sejati".

Tujuan pendidikan menurut Santa Angela: Suasana dalam usaha pendidikan kita untuk perkembangan Pribadi

"Saya mohon kepada anda usahakanlah membimbing mereka dengan kasih sayang, kehalusan serta kebaikan. Jangan memaksa atau jangan kasar. Usahakan selalu supaya berbaik hati".

Perhatikanlah kata-kata Yesus Kristus:

"Belajarlah dari padaKu, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati".

Tentang Allah kita baca:

"Ia mengatur semua hal dengan lemah lembut".

Yesus Kristus berkata:

"BebanKu, tugasKu ringan dan manis".

"Begitulah seharusnya sikap anda dalam bertindak. Hati-hatilah agar anda tidak menggunakan kekerasan, karena Allah telah memberikan kehendak bebas kepada semua orang dan tidak memaksakan siapapun, Ia hanya menunjukkan, mengundang dan memberi nasehat".

"Saya juga tidak mengatakan bahwa pada suatu saat anda tidak boleh bersikap tegas. Ini semua tergantung pada pentingnya masalah, keadaan, dan kebutuhan pribadi yang bersangkutan. Bagaimanapun juga seharusnya kita hanya digerakkan oleh kasih sayang dan cinta akan sesama". (War 3).

Pendidikan menurut Santa Angela harus memungkinkan perkembangan pribadi :

  1. Melalui sikap yang ramah. "Bersikaplah ramah dan lemah lembut bila menghadapi putri-putri anda. Bila memperingatkan mereka, menasehati mereka, mendorong mereka berbuat baik dan menjauhkan nya dari yang jahat; hendaklah anda terdorong hanya karena cinta kepada Allah dan kepada sesama. Dengan kelembutan dan keramahan anda akan lebih berhasil daripada celaan ataupun kata-kata yang keras. Yang terakhir ini hanya digunakan bila benar-benar perlu pada saat dan tempat yang tepat dengan mempertimbangkan pribadi yang dihadapi. Bila menghadapi seorang yang lemah, takut dan mudah kecil hati, hiburlah dia, berikan kepadanya semangat baru, dan yakinkanlah dia akan kebaikan Allah" (Nas. 2)
  2. Melalui sikap menghargai keunikan pribadi. "Kemudian saya mohon kepada anda supaya memperhatikan puteri-puteri anda, dengan mengenangkan mereka masing-masing sedalam-dalamnya di hati dan pikiran anda, bukan hanya nama mereka, melainkan latar belakang dan kepribadian mereka, dan setiap hal mengenai mereka . Ini tidak sukar apabila anda meliputi mereka dengan cinta sejati, anda dapat melihat bahwa ibu-ibu, meskipun mereka mempunyai seribu anak masih sanggup mengenangkan masing-masing di antara mereka dalam hatinya, karena demikian kerjanya cinta". (War. 2)
  3. Melalui sikap tanggap terhadap kebutuhan rohani dan jasmani. "Kembangkanlah perhatian anda , kepekaan anda dalam usaha mengerti dan memahami tingkah laku puteri-puteri anda, hendaknya anda mengetahui seluk-beluk kebutuhan mereka baik yang rohani maupun yang jasmani. (Nas. 4)

Tuhan adalah pendidik yang utama

"Cintailah semua puteri-puteri anda tanpa pilih kasih, karena mereka semuanya anak Allah dan anda tidak tahu apa yang Dia rencanakan bagi mereka. Bagaimana anda tahu bahwa mereka yang bagi anda tidak berharga dan tidak menarik justru sangat berbesar hati dan sangat berkenan bagi Allah Yang Maha Agung? Siapa bisa menilai hati dan jiwa manusia? Sambutlah mereka, terimalah mereka semua tanpa pilih kasih karena anda tidak berhak menilai anak Allah. Dialah yang tahu dengan tepat apa yang Dia inginkan dari mereka. Jalankan tugasmu, tegurlah mereka dengan cinta dan kasih sayang, apabila mereka membuat kesalahan karena kelemahan. Janganlah berhenti memelihara pohon anggur yang telah dipercayakan kepadamu. Setelah itu serahkanlah selebihnya dalam tangan Tuhan supaya Dia berbuat mujizatNya pada saat terbaik menurut Dia". (Nas. 8).

Tanggungjawab seorang pendidik:

  1. Sebagai Gembala. "Saya mohon dengan segenap hati seperti gembala-gembala yang siaga, waspadalah dan lindungilah dengan hati-hati, kawanan yang dipercayakan pada anda". (War. 10).
  2. Sebagai Ibu. "Bagi anda hiduplah sedemikian rupa hingga anda menjadi cermin bagi mereka; mulailah dengan melakukan sendiri apa yang anda ingin mereka lakukan. Karena, bagaimana anda bisa mencela atau menegur mereka apabila mereka melihat kesalahan dalam diri anda sendiri?" (Nas. 6).
  3. Sebagai Hamba. "Turutilah apa yang akan diilhamkan dan dianjurkan oleh cinta kasih dan Roh Kudus. Arahkanlah semuanya pada kesejahteraan dan keuntungan rohani puteri-puteri anda yang tercinta. Supaya mereka terdorong ke arah cinta kasih dan tanggung jawab". (War. 9).

Pesan Santa Angela untuk para pendidik:

"Janganlah sampai tugas ini menjadi suatu beban tetapi sebaliknya, berterima kasihlah kepada Allah dengan sepenuh hati, karena Dia telah berkenan memilih anda untuk membaktikan seluruh diri anda untuk memelihara dan menjaga harta milikNya". (Prakata Nas.).

"Allah dengan mudah dapat menggunakan sarana lain yang lebih baik daripada anda tetapi karena belas kasihNya Dia telah memilih anda demi kebaikan anda sendiri agar anda layak menerima kebaikanNya yang berkelimpahan dan agar Dia mempunyai alasan untuk menganugerahi anda". (Nas. 1).

"Semoga kekuatan dan bantuan Roh Kudus menyertai anda semua, agar anda tabah serta teguh dan setia menjalankan tugas yang telah anda sanggupi". (Nas. 1).

  • Tabahkan dirimu
  • dengan setia dan
  • dengan gembira
  • dalam karya
  • yang telah anda mulai (War. Terakhir)

 

 

Back Home